![]() |
| (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim) |
Puluhan santri di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Jombang mengalami dugaan keracunan makanan setelah menyantap hidangan buka puasa. Insiden tersebut membuat sejumlah santri harus mendapatkan penanganan medis karena mengalami gejala mual, muntah, hingga lemas.
Peristiwa itu terjadi di Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah yang berada di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Para santri diketahui menyantap menu berbuka berupa nasi, rawon, dan telur asin yang berasal dari paket program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tak lama setelah makan, sejumlah santri mulai merasakan gejala tidak enak badan. Beberapa di antaranya mengeluhkan mual dan muntah, bahkan ada yang terlihat lemas hingga pingsan. Kondisi tersebut membuat pengurus pesantren segera meminta bantuan medis dan mengevakuasi para santri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan serta memeriksa penyebab pasti keracunan tersebut. Tim medis mendatangi pondok dan mengevakuasi para santri yang mengalami gejala gangguan kesehatan agar segera mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan penyelidikan terhadap sumber makanan yang diduga memicu keracunan massal tersebut. Pemeriksaan sampel makanan juga dilakukan guna memastikan penyebab pasti kejadian yang menimpa puluhan santri tersebut.
