PeteronganViral

Satu Keluarga di Jombang Disekap di Bangkalan Gegara Utang Rokok Ilegal Rp 25 Juta


 

JOMBANG — Polisi mengungkap aksi penculikan satu keluarga asal Kabupaten Jombang yang disandera di sebuah rumah di Bangkalan oleh kelompok pelaku karena persoalan utang terkait pengiriman rokok ilegal. Peristiwa yang menggemparkan ini dipicu sisa utang sebesar Rp 25 juta yang belum dibayar korban setelah menjalankan perintah pengiriman rokok tanpa pita cukai.

Korban, Anjar Andrianto (29), bersama istri Zeni Rimawati (25) dan putri mereka yang masih berusia 5 tahun, diculik dari rumahnya di Dusun Ngepeh, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu (1/3). Sekelompok lima pelaku menyatroni rumah dan membawa paksa keluarga tersebut ke Bangkalan.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan bahwa penculikan terjadi setelah Anjar menjalankan perintah pelaku berinisial NH (Nur Hidayah) untuk mengirim rokok ke Cirebon, Jawa Barat. Truk yang berisi rokok senilai puluhan juta rupiah itu kemudian diterima pihak LSM dan diserahkan oleh Anjar karena khawatir terjerat hukum — menyebabkan kerugian bagi pelaku.

Walaupun Anjar telah membayar sebagian utangnya, sisa sekitar Rp 25 juta terus ditagih hingga akhirnya NH bersama empat rekannya menangkap dan menyekap satu keluarga itu di sebuah rumah di Bangkalan. Korban berhasil diselamatkan setelah menghubungi layanan darurat polisi, namun para pelaku sudah melarikan diri saat petugas tiba.

Unit Resmob Satreskrim Polres Jombang kemudian memburu para pelaku. Hingga Selasa malam, dua dari lima tersangka yakni Moh Zehri (41) dan Bahar (29) telah ditangkap, sementara tiga lainnya masih dalam daftar pencarian. Mereka dijerat dengan pasal penculikan dan penyekapan yang ancamannya sudah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kasus ini membuka fakta bahwa sengketa utang piutang yang tidak diselesaikan secara hukum dapat berujung pada tindak pidana serius. Pihak kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang masih buron sambil mendalami motif dan jaringan di balik kejadian tersebut.